Breaking

Saturday, March 31, 2018

Jadi sindikat narkoba internasional, IRT di Medan menangis saat ditangkap

Jadi sindikat narkoba internasional, IRT di Medan menangis saat ditangkap - Hallo sahabat Semua Berita Terlengkap Dan Terupdate, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Jadi sindikat narkoba internasional, IRT di Medan menangis saat ditangkap, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel peristiwa, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Jadi sindikat narkoba internasional, IRT di Medan menangis saat ditangkap
link : Jadi sindikat narkoba internasional, IRT di Medan menangis saat ditangkap

Baca juga


Jadi sindikat narkoba internasional, IRT di Medan menangis saat ditangkap



Iniberitalengkap - Sindikat pengedar sabu Malaysia-Aceh-Medan kembali terbongkar. Tujuh orang tersangka ditangkap dan seorang lainnya tewas ditembak.
Berdasarkan informasi dihimpun, tersangka pengedar yang ditembak mati berinisial MN (45). Pria ini diterjang timah panas polisi saat penangkapan di Jalan Medan-Binjai Km 15 Desa Diski, Sunggal, Deli Serdang, Jumat (30/3).
Sebanyak 4 di antara 6 tersangka yang diamankan merupakan ibu rumah tangga, yakni MN (39), AH (64), NT (33), dan LT (35). Tiga pria yang ditangkap dalam sindikat itu masing-masing AD (26), G (50), dan AR (25).
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan yang dilakukan pada Januari 2018. Ketika itu, polisi meringkus 2 tersangka pengedar sabu, yakni AD dan G di Jalan Cik Ditiro, Medan. Saat itu, petugas menyita 500 gram sabu.
Pengembangan pun dilakukan. Pada 11 Februari 2018, petugas membekuk 2 ibu rumah tangga asal Aceh, yakni MN dan AH, di Jalan Peringgan Gang Nenek, Desa Helvetia, Sunggal, Deli Serdang. Petugas mengamankan 1 kg sabu-sabu dari lokasi itu.
Selanjutnya, pada 22 Februari 2018, polisi membekuk tersangka AR di Jalan Ampera II Kelurahan Sei Sikambing, Medan. Barang bukti yang disita 2 kg sabu-sabu.
AR kemudian diinterogasi dan polisi mendapat informasi baru. Mereka pun kembali mengamankan 2 orang ibu rumah tangga asal Aceh, yakni NT dan LT. Keduanya diamankan di loket Bus Pelangi, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Kamis (29/3). Barang buktinya 1 kg sabu.
Keesokan harinya, Jumat (30/3), MN (45) disergap dengan barang bukti 1 kg sabu. Warga Binjai Utara ini dilaporkan melakukan perlawanan dan ditembak petugas hingga meninggal dunia.
"Total barang bukti yang diamankan 5,5 kg sabu. Narkoba ini masuk dari Malaysia, dan para tersangka yang diamankan ini satu rangkaian. Rencananya narkoba ini akan diedarkan di Jakarta," jelas Dadang.
Sementara, empat wanita yang terlibat dalam jaringan ini mengaku menyesal sembari menangis sesengukan. "Saya baru sekali ini membawa sabu. Kami bawa naik bus," ujar LT (35) sembari menangis. 


Demikianlah Artikel Jadi sindikat narkoba internasional, IRT di Medan menangis saat ditangkap

Sekianlah artikel Jadi sindikat narkoba internasional, IRT di Medan menangis saat ditangkap kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Jadi sindikat narkoba internasional, IRT di Medan menangis saat ditangkap dengan alamat link https://iniberitalengkap.blogspot.com/2018/03/jadi-sindikat-narkoba-internasional-irt.html

No comments:

Post a Comment

Adbox